|
"Apa yang membuatmu begitu lezat hingga kamu kupesan sebelum kematian melengkapkan hidupku. Kamu adalah tawa yang renyah seperti rengkuh penutup air mata. Di kematianku, kamulah satu-satunya yang menertawai jasadku, menertawai apapun yang ada pada diriku, dan tertawa pada waktu yang berbaik hati mendekatkan kita sejarak semut merapat lekat"
|